Label

Tampilkan postingan dengan label IMPRESI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMPRESI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Juli 2011

9 Tanda Menikahi Pria/Wanita Yang Salah

KOMPAS.com — Keputusan untuk memilih dan menikahi pasangan menjadi keputusan penting sepanjang hidup karena bersama pasangan inilah nantinya Anda akan menjalani hidup. Namun, tak sedikit orang yang salah memilih pasangan dan tak bahagia dengan pernikahannya.

Kesalahan ini terjadi karena keputusan dibuat lantaran rasa khawatir. Takut hidup sendirian, takut tak punya anak, takut berbagai hal lain yang diasumsikan akan terjadi jika tak segera menikah. Ketakutan ini bahkan mengalahkan logika, hingga pada akhirnya perempuan memilih pria yang salah, dan membuat hidupnya jauh lebih kesepian daripada tidak menikah.

Penulis di Inggris yang gagal dengan pernikahan pertamanya, Claire Lindsey, mengatakan, "Jika saja saya bisa memberikan nasihat kepada calon pengantin perempuan atau laki-laki, yang berpikir bahwa mereka merasa melakukan kesalahan dengan menikah, dengarkanlah tanda-tanda ini. Jangan pernah mengabaikan tanda peringatan seperti ini," katanya kepada Daily Mail.

Untuk mengenali apakah Anda menikahi pria yang salah, berikut tandanya:

1. Anda tidak tertarik dengannya

Ketertarikan fisik penting. Jika Anda tak berhasrat melepaskan bajunya, tandanya Anda tak menginginkannya.

2. Anda lebih superior darinya
Kalau pekerjaan Anda atau level pendidikan Anda lebih tinggi dari pasangan, ini bukan jadi masalah besar. Namun, ketika Anda merasa malu atas diri pasangan, dan Anda merasa tak nyaman karenanya, jangan pernah menikahinya.

3. Si dia bikin Anda tak nyaman
Sikap pasangan yang membuat Anda merasa tak nyaman adalah salah satu petanda. Ketika si dia membuat Anda merasa tidak menarik dibandingkan dengan perempuan lain di sekitar Anda, pikirkan lagi untuk menikahinya.

4. Nilai dan persepsi bertolak belakang
Bagaimana nilai yang dianut dan persepsi pasangan tentang berbagai hal memengaruhi hubungan. Jika si dia menjunjung nilai bahwa Anda, sebagai perempuan, tak harus berpendidikan tinggi, tak boleh beraktivitas luar ruang, coba pikirkan lagi. Apakah Anda bisa bertahan dalam hubungan pernikahan dengan pasangan yang memiliki nilai seperti ini.

5. Si dia terlalu berkuasa
Jika pasangan termasuk tipe pengontrol, pikirkan lagi apakah Anda mau benar-benar menikahinya. Anda tentu tak nyaman ketika semua kegiatan Anda harus atas seizinnya. Atau Anda wajib mengikuti perintahnya untuk menjalankan apa pun aktivitas dan rutinitas sehari-hari.

6. Tak mau berkomunikasi
Komunikasi merupakan kunci keberhasilan hubungan pernikahan. Coba kenali, jika saat ini pasangan Anda tak terbiasa berbicara, berbagi cerita, berkomunikasi, mungkin suatu saat ia akan berubah. Namun, jika Anda melihat si dia tak mau berubah dan enggan berkomunikasi dengan Anda, sebaiknya pikir ulang rencana pernikahan. Menikahlah dengan pria yang suka berkomunikasi, maka Anda takkan pernah menyesal.

7. Tak mampu bersikap humoris
Saat pasangan bisa menjalani masa susah dan senang bersama, hubungan pernikahan akan berjalan lancar, termasuk ketika pasangan menikah bisa sama-sama tertawa meski sedang susah. Kebersamaan inilah yang dibutuhkan pasangan menikah agar langgeng. Jika pasangan Anda terlalu serius dan tak bisa mencairkan suasana, pikirkan kembali mengenai rencana pernikahan.

8. Si dia berbohong
Kebiasaan berbohong menjadi petanda bahwa si dia bukan pasangan yang tepat untuk Anda. Pasangan yang berbohong menjadi salah satu petanda bahwa ia bukan pria yang tepat untuk dinikahi.

9. Keluarga Anda tak menyukai
Hubungan Anda dan si dia memang personal. Namun, penilaian keluarga atau orang terdekat juga penting. Jika orangtua Anda atau orang lain melihat ada yang salah dengan pasangan Anda, cobalah pertimbangkan kembali. Boleh jadi penilaian orang lain lebih obyektif.
Sent from Indosat BlackBerry powered by


Sumber: Shine

Selasa, 12 Juli 2011

Like Father Like Son

Sorakmu memecah sunyi nak, sendu terdengar. Seolah menyesal kau lihat bapakmu. Cup cup cup, tenanglah. Ini kuberikan kau pada ibumu. Nanti, bila rindumu telah kau tumpahkan pada kedua belahan dada,
yakinkan aku dengan diammu. Bila resahmu telah kau tumpahkan pada hangat peluknya, maka diamlah. Karena setelah ini, ingin aku sepertimu.

Lullaby

Mengingat semua yang meremukkan diri. Pada sendu ini, menyusun jejeran peluh yang basahi kening.
Akan kubawa genggam yang telah erat, meski kutahu waktu lemahkan jari-jari.
Akankah menyerah?
Atau selalu ada kata lain untuk kita yang mencari tempat berteduh?
Tubuhku adalah bilangan sempurna sebuah cacat, terekam geram dengan spektrum gelap. Telah bertahun cambuk-cambuk mengajari hidup. Dan belum sampai saat ini bersandar, sebab esok masih ada jejeran peluh yang harus kubasuh.

PNS (Nasib Baik/Buruk ?)

Melongok pada mereka yang gagal, atau merasa gagal: setidaknya demikian, seperti menyaksikan sekumpulan bocah yang meraung karena tidak kebagian permen.
Mereka yang terduduk lesu, bermuka masam, dan sebagian terlihat menggerutu lebih tampak sebagai cacing kepanasan di siang itu.
Harapan telah pupus!
Bisa kau lihat, segerombolan pencari aman menjejaki lahan sempit BKD Lotim untuk mencari tahu kepastian akan nasib mereka. Kembali terbayang uang yang telah habis, tenaga yang telah diperas, dan di atas semua itu, kelelahan yang telah mengekor di kepala.
Indahnya berkhayal
indahnya pekerjaan
indahnya uang.
Mereka merangsek menuju sekumpulan papan yang tertancap di dinding. Sesekali tidak beraturan, karena setiap orang menjadi tidak ramah pada saat itu. Laki-laki yang berbadan besar seolah menguasai 1/5 jatah dari papan tersebut, sementara yang perempuan hanya bisa mendengus di samping atau di belakangnya. Bukan karena aroma laki-laki tersebut, tapi karena seluruh badannya menghalangi mereka untuk leluasa melihat ke arah papan pengumuman.
Matahari semakin meninggi, dan satu persatu mereka keluar dari kerumunan. Dengan tidak melihat pada ekspresi yang ditunjukkan, hembusan udara yang berat dari sebagian besar mereka memberikan jawaban sebenarnya.
Ya, harapan telah pupus (untukmu, untuk kalian yang menahbiskan sisa hidup kalian untuk satu-satunya gelar, PNS).
Aku menjauh, dan di seberang sana, sekuriti yang bertugas di pos jaga tampak tersenyum. Giginya berkilatan saat aku mendekat, dan dengan genggaman khas menyilahkanku untuk duduk bersamanya.
Kami berbincang tentang banyak hal, awalnya memang terkesan ngawur karena aku tidak tahu pasti topik apa yang hendak kubincangkan. Namun, keluguan lawan bicaraku ini membuatku memahami obrolan yang seharusnya.
Pertamanya, ia bertanya apakah aku termasuk salah satu dari gerombolan yang sekarang sedang berjejal di dinding pengumuman, dan kuiyakan. Lantas ia bertanya diplomatis:
"Hasilnya?"
Haha, dan aku hanya bisa tersenyum.

Lingkaran

Waktu, merangkak, berjalan, menggelinding, dan kembali pada titik semula.
Dari awal hanya diselubung ketiadaan dalam rahim, sampai akhirnya kembali dalam selubung kegelapan bumi.
Manusia hanya titik kecil dari sejarah semesta yang memberi begitu banyak teka-teki.
Jika hidup memang melingkar, kuyakini semua akan kembali pada titik yang sama. Dan setiap kejadian, tidak bisa lantas diartikan dekonstruksi, karena pada dasarnya setiap tindakan berusaha merujuk pada kestabilan, bukan opponennya.
Tentang hal ini, sepertinya kita harus sepakat bahwa masih banyak potongan-potongan yang harus disambungkan, beserta pecahan-pecahan yang menuntut untuk dirangkai.

Surat Untuk Dan Brown

Semakin memperhatikan tulisanmu, semakin aku mengerti maksud yang ingin kau sampaikan.
Sejarah beserta segenap misterinya adalah sajian menarik. Terlebih intrik yang terjadi akibat tarik ulur kekuasan tergambar ngeri, membuat bergidik.
Aku menyukai 'parole' mu, begitu menyukai retorika yang terpampang. Namun lebih dari itu, kau mampu membuatku paham tentang siapa dan apa tujuanmu sebenarnya.
Sekali lagi, harus kuakui karya-karya yang kau tulis tentang sejarah, seni, dan agama sangat mengundang decak kagum. Begitu istimewa.
Sayangnya, di balik semua itu kau tidak objektif dan proporsional kawan. Dari Angel & Demon, Da Vinci Code, hingga The Lost Symbols aku menemukan guratan yang sama, justifikasimu akan keunggulan dan kebenaran (saran akan keunggulan dan kebenaran) falsafah dan ideologi bangsa Judas. Itu kau sampaikan dengan cara tersamar, namun gema itu tetap ada di dalam ketiganya.
Aku kagum pada karyamu kawan, tapi tidak pada pilihanmu berpijak.

Rekarupa

Bermimpi menjadi bulan, pohon palm, dan padang sabana. Pada suatu senja, tergeletak mesra dengan tatapmu horizon, yang membentang di sela-sela rerimbunan pohon. Empat anak muda menatap angkasa, berdegup jantungnya. Berdesir darahnya dengan kilau yang jingga.
Menjadi sadar kita, langit dan daratMU masih punya banyak cerita, dan baru secuil yang teraba, selebihnya hanya mereka-reka.

Metamorf Semu

Saat kita telah sepakat untuk mengiyakan jalinan pengertian, sadarkah kau realitas menjadi lebih mirip kecebong yang merentang seperti buliran rantai, meliuk-liuk, memusingkan. Saat kedua tangan telah kita genggamkan, dan patoknya telah ditancapkan dalam-dalam, sadarkah kau itu justru belenggu yang memasung kebebasan yang kita dengungkan.
Renungkan!
Ucapan dan tindakan yang menyertai jalan pikiran kita adalah sebuah paradoks. Dan harus kau akui itu. Camkan dengan seksama. Tidakkah kau merasakan bahwa di balik sikap toleran dan ketenangan yang kita munculkan, hanya merupakan kilau di permukaan? Sementara di dalam hati kita bergolak hasrat-hasrat yang tidak tersampaikan?
Dengarkan!
Kuberi waktu buatmu berkhayal, dan bayangkanlah seandainya sekat-sekat yang menjaga jarakmu menjadi tiada. Tahukah kau? Jika itu terjadi, aku tidak yakin kita masih bisa tergeletak bersama sambil menerka jejak-jejak yang membuat kita tersesat.
Dan apakah aku tidak lantas menyalahkanmu?
Sudahilah!
Sabana tempat kita bergumul dengan rekayasa genetika belum mampu merekayasa keadaan. Ia masih tempat yang hening dan lengang, dan keterbukaan disana selalu menjadi riak yang diberi tanda silang.
Dengarkan!
Persamaan dan harmoni tidak harus membuat kita menjadi orang lain. Sanggupkah kau? Atas nama toleran dan tenggang rasa lalu meredam gejolak yang ada? Tidak, aku tidak menyukai itu. Dan telah kuucapkan berulang kali, kejujuran akan menuai konflik. Namun itu lebih baik ketimbang kau tidak punya cara melanjutkan cerita.
Jadi pertimbangkanlah!
Kita hanya kelasi-kelasi dari sebuah kapal, dan tidak bisa salah satu dari kita mendadak menjadi nakhoda karena itu justru akan membawa ke samudera yang tidak ada ujungnya.
Jadi berhentilah berpura-pura. Aku pun telah lelah berpura-pura.
Dan jangan takut kita akan bertengkar. Telah kukatakan, konflik tidak layak disebut sebagai akhir cerita. Masih ada jalinan yang harus disambung, meski itu tidak atas nama cinta.

Tikus-Tikus Politik

Apakah kalian tahu mengapa istilah politikus sekarang lebih banyak diucapkan sebagai politisi? Begini alasannya. Merunut pada bahasa aslinya 'politician', yang kemudian diturunkan ke bahasa Indonesia menjadi 'politikus', kata derivatif ini dianggap menyimpang justru bukan oleh para ahli bahasa melainkan oleh para wakil rakyat di DPR. Resistensi atau penolakan ini jelas masuk akal karena sejatinya para wakil rakyat tidak mau disamakan dengan binatang pengerat (baca: pencuri, maling, klepto) yang merugikan orang lain. Tikus sebagai dua suku kata terakhir dari po-li-ti-kus, sesuai 'common sense' sebagian besar masyarakat dunia, tidak hanya akan merugikan secara rohani tetapi juga jasmani. Buktinya, tidak cukup dengan menggondol harta benda milik orang lain, tikus juga meninggalkan efek samping yang jauh lebih berbahaya yakni penyakit sampar/pes.
Jadi, beralasan kemudian para wakil rakyat menolak istilah ini dan lebih setuju dengan istilah politisi. Lagipula, siapa yang mau menampakkan diri sebagai tikus meskipun mungkin bersifat seperti tikus? Siapa juga yang mau disebut sebagai kawanan tikus (baca: poli = banyak, tikus = tikus) yang beramai-ramai menggerogoti milik orang lain?
Hehe, hanya mencoba mengajak untuk melihat fenomena dari sisi yang lain.

Relik Sebungkus Paru-Paru

Jika memang impian mesti diwujudkan, bolehlah ongkang-ongkang kaki barang sebentar. Tak apalah. Naikkan saja di bangku, waktu tiada yang hendak peduli. Lagipula, ia tidak bisa diajak berunding.
Sekat napas kita mungkin menipis, jadi berhematlah. Perjalanan menuju mimpi masih sangat panjang, berkelok pula. Jadi, ada baiknya kita simpan udara. Kita simpan dan dekap dengan erat.
Ehemm..
Apakah aku mendengar seseorang berdehem? Ya, tadi kudengar deraknya dengan jelas. Terkaanku, itu berasal dari kerongkongan yang penuh ludah dan berdahak. Apa tebakanku tepat? Koreksi aku jika itu salah.
Ah, tapi kalau dipikir tebakan tadi agaknya memang tepat. Yang punya leher sepertinya tidak pernah menghemat udara seperti yang disarankan.
Ah, keterlaluan. Ah, menuju mimpi masih panjang. Dan ah, tidak pula mata kepala ini hendak terpejam.

The Secrets Of Secret

Hanya keping dan renik yang berhamburan, dan cerita terlalu sedikit bercerita. Padahal ingin kupaham tentang tanda, berikut kebisuan yang berselimut di mulut-mulut kita. Kupahami bahwa sejarah tidak berkisah tentang semua hal, namun terbatas hanya pada sesuatu yang pantas dikisahkan. Jadinya, kepingan renik ini masih berserak di meja, atau kuakui saja potongannya mungkin masih di langit. Menunggu waktu, entah itu hendak menjadi wangsit, ilham, atau pertanda yang bisa dibaca dan digunakan merangkai kepingan renik ini.
Sementara itu, aku akan menunggu. Entah dengan naluri keingintahuanku yang begitu besar, atau dengan ketidaksukaanku pada sesuatu yang tersembunyi.
Aku menunggu, hingga bisa kudapat lagi tanda untuk merangkai potongan hidup yang masih berserak hingga kini.

Manajemen Qoblu

Apa yang akan ada setelah, yang terjadi sebelum? Jika kita adalah sekumpulan cenayang dengan doa dan jampi-jampi, maka jelaskan:
1. Saat lenganku bergetar dan tidak terangkat, apa yang telah kuperbuat?
2. Saat segala daya telah dikerahkan, namun hampa karena ketidakmampuan kita berdoa, apa yang terjadi setelahnya?
3. Saat mati mendekat dan keraguan masih menggayut di pundak, apa yang belum dan telah kuperbuat?
4. Saat sebelum dan setelah ada, bolehkah kuganti arsip yang telah kubuat?

Atas waktu, sebelum tinta mulai membeku.

HIKAYAT SI BURUNG

Suatu hari burung jatuh hati pada Mawar Putih, maka ia pun berusaha untuk mengungkapkan perasaannya. Akan tetapi di luar perkiraan Si Burung, Mawar Mutih justru berkata, "Aku akan mencintaimu layaknya kau mencintaiku jika kau dapat mengubahku menjadi Mawar Merah!". Mendengar hal itu, Si Burung terdiam. Namun tidak lama, ia pun berujar, "Baiklah!" Lantas apa yang terjadi? Tidak disangka, ternyata Si Burung menuruti keinginan Mawar Putih. Ia tiba-tiba mencabik-cabik sayapnya dengan paruh tajam yang ia miliki, kemudian membiarkan tetesan darahnya menyebar di sekujur kelopak Mawar Putih hingga mengubah Mawar Putih menjadi Mawar Merah. Terkejut oleh tindakan Si Burung, Mawar Putih yang berubah Merah akhirnya menyadari besarnya cinta Si Burung terhadapnya. Ia mencoba meraih kepala Si Burung, namun semua sudah terlambat karena burung kehabisan darah dan tergeletak tak bernyawa pada tangkainya.

AMANAT (HARUS DIBACA):
Hargailah burungmu sebelum ia pergi meninggalkanmu. Jangan mencabik-cabik apalagi memotongnya sembarangan. Percayalah, itu akan sangat merugikan dirimu dan masa depanmu.
Wkwkwkwkwk

Rabu, 06 Juli 2011

Sakit Hati

Semalam ba'da maghrib seorang mahasiswa bertanya via sms, "Pak, apa obat untuk menghilangkan ingatan?" Aku tertegun. Awalnya kupikir si mahasiswa ini salah ketik, dan maksudnya mungkin adalah penguat daya ingat semacam Ginko Biloba dan sebagainya. Namun, setelah kutanyakan lagi maka ia pun memberikan tambahan rinci. "...menghilangkan ingatan tentang seseorang." Dari gambaran ini sudah bisa kutebak hal yang sedang ia alami. Lagi lagi, tentang cinta.
Karena ia seorang laki-laki dan aku tidak ingin membuatnya terlihat cengeng (maaf, sedikit bias gender) maka pertanyaannya yang unik ini pun aku jawab dengan solusi yang juga unik.
Kutawarkan padanya Sianida dan Rohypnol -kuharap ia tidak tahu bahwa Sianida adalah racun mematikan dan Rohypnol adalah cairan untuk membius. Ia pun lantas menanyakan obat yang paling ampuh. Karena tergelitik sembari tidak ingin mengacuhkan perasaannya maka kuberikan empat nama obat yang kukarang sendiri yakni Sianidus Loviana, Rohipnum Antikasih, Eraserum Asmaratin, dan Amnesis Cintae. Haha, aku tergelak memang. Tapi, dengan cari ini bisa lebih mudah menyampaikan maksud terhadapnya.
Dugaanku benar, begitu membaca nama-nama obat tersebut ia sudah tahu bahwa aku hanya mencoba menghiburnya.
Setelah itu ia mengajukan analogi dengan membandingkan ingatan manusia dengan memori komputer, lalu mengusulkan pergantian memori. Tidak perlu diganti, ujarku. Dia tidak butuh hardisk baru. Yang dia butuhkan adalah antivirus karena luka cintanya lebih sebagai "worm" yang menyerang string registrinya. Saat kemudian ia bertanya tentang antivirus yang tepat, kuberikan jawaban analogik-realistis. Luka cinta butuh aplikasi sholat, ngaji, dan berbaur yang bisa didownload di ingat.com.
Lucu, mengingat aku tidak cukup paham cara menghadapi hal seperti ini namun ia juga mengiyakan.
Ah, setiap orang boleh bertanya dan menjawab (semaunya) !

Possesif

Dik, bintik apa yang mengembun di keningmu?
Menetes pelan, mengalir di sepanjang urat rambut.
Acak-acakan, membuatmu terlihat seperti habis dijambak.

Dik, tissue apa yang kau pakai mengusap lipstikmu?
Bibirmu tak lagi ranum, sedikit belepotan di sela-selanya.
Terlihat agak memar, seperti habis dikulum atau digigit.

Dik, apa kau memakai parfum merek baru?
Baunya tajam menusuk hidung, sedikit tercium aroma cendana.
Melulur rata di sekujur tubuhmu, seolah ditumpah dan dioles-oles.

Dik, kenapa tidur kau tak menutup pintu?
Kulihat banyak puntung di meja, seperti dihisap entah oleh siapa.
Rokoknya Philip-Morris, ada bekas lipstik di salah satu puntungnya.

Dik, mengapa tak kau jawab aku?
Kau menatapku seolah hantu, menyerupakan dengan mahluk penunggu kubur.
Menganggapku bertaring, membuatku merasa seolah vampir.

Dik, apa katamu?
Suamimu ada di belakangku?

Please, Stop My Brain!

100 tahun lagi dunia mengembang dalam mode post-historis. Rekaman sejarah tidak lagi tertulis pada kertas bubur kayu dan karet, tercetak pada pamflet atau baliho, atau tertera pada undangan resepsi pernikahan.
100 tahun lagi, dunia adalah swalayan digital. Yang mana warung-warung, toko-toko, supermarket, atau mall tidak lagi menjual buku merek Sinar Dunia, atau yang memuat foto Shireen Sungkar, atau yang bergambar pesepakbola David Beckham.
100 tahun lagi, dunia adalah lingkaran dengan benda-benda unik. Tidak akan ada bazar, tidak ada buku yang akan diobral, apalagi lukisan tangan yang dipajang pada sebuah pameran. Sebab semuanya telah tergantikan, perlahan-lahan namun nyata. Tidak terbantahkan.
100 tahun lagi, dunia adalah berita dalam koran-koran elektronik. Calon wartawan tidak akan belajar stenograf, calon reporter tidak usah meliput dengan pulpen dan kertas. Dunia telah mengembangkan alat-alat jurnalistik dalam suara dan gambar. Jadi tidak dibutuhkan lagi tulisan yang lebih mirip cakar ayam.
100 tahun lagi, dunia akan lebih lengang dari benda-benda megalitik. Karena para pelukis akan belajar banyak pada kanvas 3D, para pemahat akan lebih senang mengukir motherboard, dan para penari telah mengkloning citra dirinya dalam suatu gelaran 'virtual dance' yang membuatnya terlihat kompak dengan sepuluh penari-dirinya yang lain.
100 tahun lagi, dunia adalah tumpukan pakaian non-organik. Para bayi akan mengenakan popok elektronik dengan alarm, anak-anak akan mengenakan celana dalam yang dilengkapi pispot otomatis, dan para dewasa akan berbaju layaknya astronot NASA, dengan fitur-fitur di dalamnya seperti TV, Radio, Internet, dan tentu saja kamar mandi portabel.
100 tahun lagi, dunia akan lebih sepi dari sebelumnya. Tiap-tiap orang punya tontonan sendiri-sendiri, bahkan ketika buang air sekalipun. Bahkan ketika membuka mata, bahkan ketika hendak menutup mata.
100 tahun lagi, dunia adalah cendawan radiasi. Manusia menikahi robot-robot yang berkelamin, yang bersama-sama melahirkan makhluk berdaging namun berotak prosesor.

Biarkan Aku Menjadi Bocah

Udara siang lebih lembab dari biasanya. Bersama dengan mendung maka langit pun berembun. Pada pukul 14.25 Wita delapan orang bocah bermandikan lumpur dan air hujan. Seperti tak menghiraukan tatap mata di pojok sebuah jendela, yang takjub dan menyungging dengan senyum.
Ah, kunikmati semuanya. Dan sepertinya aku tak ingin buru-buru menjadi tua.

IRONI

Yang tampak dari areal pemakaman adalah ironi, seperti tangga abu-abu dengan beragam mimik, seperti tali terpanjang dengan dengan ribuan pisau terikat di sekililing. Dimana para pria bergelantungan pada para wanita, sementara para wanita sendiri menatap tajam para pria, dan berkata: "Omong kosong."

Selasa, 28 Juni 2011

Prefacing The (Dead) End

Quote #1
Dunia bukan lagi rumahku
Sebab langit berubah mendung
Sebab api menjelma abu
Sebab senyummu tidak semanis dulu.

Quote #2
Sejak Adam, bumi adalah sebuah kompor dan wajan penggorengan. Yang diatasnya manusia adalah ikan-ikan teri yang menggelepar.

Quote #3
Kita digilas dari atas dan bawah. Sebuah tragedi yang justru menambah kegilaan penghuninya. Matahari memanas membakar, dan di bawah sana, kolam-kolam bergolak mendidih. Terikat oleh cangkang telur yang akhir-akhir ini mulai mengelupas dan membuka.

Quote #4
Hutan-hutan selayaknya diolesi obat penumbuh rambut. Sebab rontoknya bukan hanya karena bakteri atau ketombe, tapi karena ia disisir terlalu keras.

Quote #5
Tambang-tambang hanya menambah pori dan flek pada wajah bumi, yang membuatnya semakin kusam dan berkeringat lebih banyak dari biasanya.

Quote #6
Kita telah ditembaki meteor sejak sekian lama. Namun yang harus diketahui, amunisinya masih peluru karet. Dan saat senapan dengan peluru metal telah dikokang, bumi tidak akan pernah bisa mengingat wajahnya. Tidak sama sekali.

SMS JENAKA

Pernah ga nerima sms kayak gini:
#1
Kepalkan jemarimu,


Angkat kelingking kananmu,


Pejamkan matamu,



Senyum,


Dan
Berjanjilah!!



Ga akan ngompol malam ini!
Hihi..

Atau seperti ini:
#2
Tmn2, XL skg bs TELPON GRATIS ke SEMUA OPERATOR. Caranya:Ketik NO TUJUAN tmbh kn 123 Truz d'blakangx Lampirkn SURAT KETERANGAN MISKIN dr desa/kelurahan.
He.he

Atau yang ini:
#3
Tringt mmory dMs itu..

Kau brdri dUjng jln..

Kau trsnym trsipu mlu..

Smbil mlmpar snym mnismu kau ulurkn tnganmu..

Smbil brkta..

SEDEKAH pak..
SEDEKAH bu..

Hahaha, para penulis awal sms ini harus diakui kreatif, konyol, kocak. Berbagi kelucuan dengan teman yang lain, menjadi media penghibur yang tepat setidaknya selama berhari-hari kalau tiba-tiba teringat dengan bunyinya. Dan jangan salah, saat sepi sms macam ini bisa bikin masam mesem atau ketawa ketiwi sendiri.
Nah, SMS telah lama jadi media yang ga sekedar untuk berbagi info saja, tapi juga pengembangan diri. Jika mengacu pada seni dagelan dalam konteksnya yang umum, sms bisa dikategorikan sebagai media paling provokatif karena 'traffic info' -nya yang gampang diakses, link/network pengguna berlimpah, dan unsur timbal baliknya lebih cepat dan efisien ketimbang nonton lawak di TV, chat di internet, atau interaksi lewat social network semacam Facebook, Twitter, Bebo, Myspace, dan sebagainya.

SMS Jenaka menurut 'isinya' bisa dibedakan menjadi:
1. Narsisme, isinya cuma nyanjung-nyanjung diri sendiri. Tapi dibuat kocak dengan utak atik bahasa yang bila perlu dibuat secampur aduk mungkin.
Contoh:
lagu apa yang paling imut?
La gue lah trs sp lg?
...

2. Ironi, sanjungn namun maksud sebenarnya mengejek.
Contoh:
Syg, km lki2 gnteng plg brbulu yg prnh ak knal. Ah, brsmamu ak mrsa slu piknik k Ragunan. Wkwkwk.

3. SARA, isinya sindiran tajam terhadap kelompok tertentu. Biasanya hanya dikirimkan kepada anggota/teman sesama kelompok sebagai bahan olok-olok. Contoh tidak akan ditampilkan.

4. Testimoni, isinya bukan testi yang umumnya dikenal. Lebih dekat kepada unsur obituaries yang berisi penilaian terhadap tokoh yang telah meninggal, tentu saja, dengan gaya kocak.
Contoh:
Mama Lauren vs Mama Lemon
Mbah Surip vs Bngun lagi tdur lg dr kbur
Meggy Z vs Teganya Teganya

5. Teka-teki (Puzzle)
Contoh:
knp kucing klo nybrang rel msti lompat hayo?
Sbb klo muter kjauhn.. Haghaghag

6. Konten Pornografi/Pornoaksi, biasanya memuat kata-kata atau gambar yang menjurus ke arah pornografi atau pornoaksi namun dalam bentuk yang jenaka.
Contoh:
9 Keistimewaan susu asli
Cacing, Seks, Alkohol, dan Otak Manusia

Faidahnya, penulisan sms jenaka ini bisa dianggap sebagai ladang pembantaian untuk jenuh atau stres. Adalah sebuah pilihan bagi anda untuk menentukan jenis sms mana yang hendak digunakan. Tentunya, dengan tidak merugikan orang lain.

Mengenai Saya

Foto saya
Lack of happiness